Laku Spiritual

4 Adab Berbuka Puasa Sesuai dengan Anjuran Sunnah Rasulullah

KamuCariApa – Terdapat sejumlah adab berbuka puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW. Sekadar informasi, adab bisa diartikan sebagai sopan santun, tata krama, atau perilaku yang dianggap baik. Dalam hal puasa, berbuka juga memiliki adab tersendiri.

Tak jarang, ketika waktu berbuka puasa tiba, ada sebagian orang yang langsung melampiaskan rasa lapar dan hausnya setelah seharian berpuasa. Hal ini tentu tidak sesuai dengan adab sesuai sunnah dan bisa dikatakan sebagai perilaku tamak atau serakah.

Dalam hal buka puasa, Rasulullah SAW memiliki beberapa kebiasaan terkait adab berbuka. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut di antaranya.

Adab Berbuka Puasa Sesuai dengan Anjuran Rasulullah SAW

adab berbuka puasa
adab berbuka puasa (Pexels.com/Sami Abdullah)

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Rasulullah menganjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa. Jadi, ketika sudah masuk waktu berbuka puasa, hendaknya orang tersebut langsung membatalkan puasanya.

Hal tersebut tertera dalam salah satu hadits. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يزالُ النَّاسُ بخَيرٍ ما عجَّلوا الفِطرَ عجِّلوا الفطرَ

Artinya: “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

2. Memperbanyak Berdoa

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi, Rasulullah menjelaskan ada beberapa waktu ketika seorang muslim yang berdoa, doanya tidak ditolak, salah satunya adalah ketika berbuka puasa.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصّـَائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

Artinya: “Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’ anhu dia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak, yaitu : (1) Doa orang tua kepada anaknya, (2) Orang yang berpuasa ketika berbuka, (3) Doa orang yang sedang safar (musafir).” [HR. al-Baihaqi 3/345 dan yang lainnya]. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam kitab Silsilah Ahadits as-Shahihah no. 1797).

3. Membaca Basmallah sebelum Makan

Terkadang, karena terlalu bahagia sudah memasuki waktu berbuka, orang bisa lupa untuk membaca bismillah saat makan atau minum. Dalam hal ini, Nabi Muhammad menganjurkan untuk membaca basmalah terlebih dahulu sebelum makan atau minum dalam berbuka.

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوّلَهُ وَآخِرَهُ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya menyebut nama Allah Ta’ala. Apabila lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillahi awwalahu wa akhirahu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)“. Hadits Shahih [HR. Abu Daud no. 3767 dan Ahmad 6/207-208).

BACA JUGA: Apakah Emosi dan Marah Saat Puasa bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

4. Mengawali Buka Puasa dengan Memakan Kurma

Rasulullah menganjurkan untuk mengawali buka puasa dengan memakan ruthob atau kurma segar, apabila tidak ada bisa dengan beberapa tamr atau kurma kering, dan apabila tidak ada juga bisa dengan beberapa teguk air putih.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كان رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبًات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبًات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

Artinya: “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air” (HR. Abu Daud no.2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Demikian tadi sejumlah adab berbuka puasa sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *