Ngasal Tapi Niat

Apa Itu Zenosyne? Perasaan Aneh Seakan Waktu Berlalu Semakin Cepat

KamuCariApa – Mendengar istilah zenosyne, sebagian orang tentu masih merasa asing. Kata tersebut ternyata merujuk kepada sebuah fenomena menarik dalam kehidupan.

Sebagian dari kita mungkin pernah merasa waktu berjalan lebih cepat. Rasanya baru kemarin tahun baru, tahu-tahu sekarang sudah hampir memasuki akhir tahun lagi. Nah, kondisi semacam ini yang dikenali dengan zenosyne.

Zenosyne sendiri bukan sekadar perasaan biasa. Kondisi tersebut menggambarkan pengalaman waktu yang terasa melaju semakin cepat seiring bertambahnya usia seseorang.

Jika dulu kita merasa masa kecil itu berjalan lambat, fase dewasa justru kebalikannya. Kini, waktu terasa berjalan lebih cepat dan membuat kita seakan berlari.

Asal Usul Istilah Zenosyne

Bicara istilah zenosyne, ada beberapa pandangan yang mencoba menerangkan sejarah kemunculannya. Salah satunya menyebutkan zenosyne ini berakar dari filosofi Yunani.

ilustrasimimpi

Kata “Zeno” merujuk pada filsuf Zeno yang terkenal dengan paradoks waktu dan gerak. Sementara itu, “syne” mengacu pada “mnemosyne”, personifikasi ingatan dalam mitologi Yunani Kuno

Menurut Dictionary of Obscure Sorrows, filsafat mengenal ‘Paradoks Dikotomi Zeno’. Istilahnya mengacu terhadap pandangan filosofis dari Zeno yang mempertanyakan bagaimana seseorang bisa berjalan dari satu titik ke titik lain jika harus melewati lebih dahulu titik tengah yang tampaknya tak terhingga.

Zeno kemudian meyakini bahwa hal tersebut mustahil terjadi. Sebab, setiap jarak perjalanan hendaknya dibagi dari jumlah bagian tak terbatas melalui serangkaian langkah yang semakin mengecil sampai tujuan akhir.

Ya, memang sulit dipahami, namun begitu kata rujukan yang paling mudah dianalogikan. Setelahnya muncul istilah zenosyne yang diartikan sebagai fenomena saat seseorang merasa waktu seolah bergerak lebih cepat saat umurnya bertambah.

Jadi, bukan berarti jam berdetak lebih cepat seiring waktu. Namun, otak manusia cenderung memproses pengalaman dengan cara berbeda, seiring kita yang bertambah usia.

Mengapa Kita Merasa Waktu Berjalan Lebih Cepat?

Ada beberapa teori mengenai penyebab seseorang mengalami kondisi zenosyne. Pertama, berkaitan dengan proporsi hidup.

Perumpamaan mudahnya begini. Saat masih kecil, setahun itu menjadi waktu yang cukup lama dari umur manusia.

Akan tetapi, ketika sudah menginjak dewasa, satu tahun terasa sangat cepat dan proporsinya kecil. Hasilnya, waktu terasa lebih singkat.

Kemudian, soal psikologi dan memori. Pengalaman baru bisa memperlambat persepsi waktu. Sedangkan pengalaman berulang membuat waktu seolah melesat cepat.

Zenosyne tak jarang membuat kita kaget. Selain usia bertambah, fenomena ini juga bisa memunculkan rasa kehilangan kontrol atas waktu.

Cara Mengatasi Rasa Zenosyne

Kondisi zenosyne sebenarnya cukup banyak dirasakan, terlebih di era modern ini yang semuanya berjalan cepat. Meski begitu, ada baiknya hal tersebut justru memberi kesadaran dan membuat kita menjadi lebih menghargai waktu.

Waktu memang tidak bisa diperlambat, namun persepsi kita bisa diatur. Cara menekan efek zenosyne sendiri bisa dilakukan dengan beberapa hal.

Misal, mencoba menciptakan pengalaman baru. Contohnya dengan pergi ke tempat berbeda, belajar hal baru, atau mencoba hobi lain yang belum pernah ditekuni.

Lalu, hargai momen kecil. Mindfulness akan membantu kita merasakan waktu lebih lama dan bermakna.

Bisa juga mencatat kenangan. Misalnya seperti menulis jurnal atau memotret momen agar membantu otak merekam detail perjalanan yang pernah kita lalui.

Jadi, dapat dipahami bahwa zenosyne merupakan istilah untuk menggambarkan perasaan seseorang yang merasa waktu semakin cepat berlalu seiring bertambahnya usia. Sekali lagi, fenomena ini wajar dan umumnya dialami hampir semua orang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *