Laku Spiritual

Jarang Diketahui, Ini Perbedaan Infak dan Sedekah

KamuCariApa – Perbedaan Infak dan sedekah penting untuk dipahami. Tujuannya agar terhindar dari kesalahpahaman dalam mengartikannya.

Bagi umat Muslim, infak dan sedekah dikenal sebagai bentuk amalan yang mendatangkan banyak pahala. Meski tampak mirip atau bahkan sebagian menganggapnya sama, kedua istilah tersebut ternyata memiliki beberapa perbedaan mendasar.

Bukan hanya sebatas namanya saja, ada sejumlah perbedaan lain antara infaq dan sedekah. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut di antaranya.

Perbedaan Infak dan Sedekah

perbedaan infak dan sedekah
Ilustrasi perbedaan infak dan sedekah (Gambar: Freepik)

1. Infak

Awali dari segi pengertian, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan infak sebagai pemberian atau sumbangan harta untuk kebaikan.

Sementara itu, secara bahasa Infak berasal dari bahasa Arab “anfaqa-yunfiqu”. Adapun artinya membelanjakan atau membiayai.

Lalu, menurut ilmu syariat, infaq memiliki arti mengeluarkan sebagian dari harta yang dimiliki untuk membantu kepentingan yang diperintahkan dalam agama Islam. Contohnya seperti menyantuni anak yatim piatu, membantu fakir miskin hingga menyumbang untuk pembangunan masjid atau mushola.

Melihat bentuknya, infak lebih mengacu pada bentuk amal yang berupa memberikan harta atau benda yang dimiliki. Sebab, orientasi tujuannya memang untuk membantu pembangunan dan pengembangan umat Islam.

Pada kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT telah menganjurkan kepada hambanya untuk berinfak. Di antaranya tertulis di Surat Al Baqarah ayat 254.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌۗ وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (QS.Al Baqarah ayat 254).

Pada firman Allah tersebut, sangat jelas anjuran untuk segera membelanjakan sebagian rezeki yang telah diberikan di jalan Allah sebelum terlambat. Maka dari itu, hendaknya kita mengikuti anjuran tersebut dan berinfak sebelum semuanya terlambat.

2. Sedekah

Menurut KBBI, sedekah memiliki arti pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya. Pemberian ini di luar kewajiban zakat sesuai dengan kemampuan si pemberi.

Ada lagi secara istilah mengartikan sedekah sebagai bentuk pemberian seorang muslim kepada sesamanya secara sukarela dan tidak terbatas waktu dan jumlah yang disedekahkan.

Kemudian, asal-usul katanya berasal dari bahasa Arab “Shadaqah”. Artinya di sini ‘benar’ atau ‘kebenaran’.

BACA JUGA: Hikmah dan Manfaat dari Sikap Husnuzan kepada Allah

Berbeda dengan infaq, hal yang bisa dijadikan untuk sedekah tidak hanya berupa uang atau materi. Selain uang, sedekah bisa dalam bentuk tenaga, atau ilmu.

Lebih jauh, sedekah juga dapat berupa tindakan baik yang dilakukan kepada sesama. Contoh mudahnya seperti memberikan senyuman atau dan dukungan moral.

Pada Al-Qur’an, sedekah pun menjadi sebuah amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Salah satunya tertuang pada Surat Al Baqarah ayat 271.

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikan dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus dari kamu sebagian kesalahan kesalahanmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah ayat 271).

Itulah tadi ulasan mengenai perbedaan infak dan sedekah yang bisa diketahui. Semoga informasinya bermanfaat. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *