Ngasal Tapi Niat

Saudade: Lebih dari Sekadar Rindu, Kata yang Tak Punya Terjemahan Sejati

KamuCariApa – Istilah “saudade” mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Wajar saja, kata ini memang jarang digunakan, sehingga tak banyak orang yang tahu.

Terlepas dari itu, “saudade” sendiri sebenarnya punya makna yang cukup menarik. Berasal dari bahasa Portugis, kata ini menggambarkan kondisi seseorang yang sedang “kangen berat”, namun menyadari dirinya tak akan bisa kembali lagi ke momen yang dikenangnya itu.

Pada hiruk-pikuk kehidupan modern, kita umumnya telah mengenal kata “rindu” untuk menggambarkan keinginan bertemu seseorang atau mengalami suatu momen lagi. Namun, ada kalanya seseorang merasakan rindu yang jauh lebih dalam, terkadang bisa bercampur antara kesedihan getir dan kebahagiaan hangat secara bersamaan.

Jika pernah mengalami kondisi seperti di atas, perasaan itulah yang disebut “saudade”. Mari mengenalinya lebih jauh.

Apa itu Saudade?

saudade
Ilustrasi seseorang mengalami saudade (Gambar: Unsplash)

Awali dari asal muasalnya, “Saudade” merupakan sebuah kata dalam bahasa Portugis (diucapkan: sau-da-ji). Kata ini disebut sering muncul dalam puisi cinta berbahasa Portugis dan musik populer negara terkait.

Istilah “saudade” menjadi salah satu kata yang dianggap paling sulit diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa lain. Sebab, maknanya membawa bobot emosi dan filosofi yang unik, terutama dalam budaya Portugal dan negara-negara berbahasa Portugis lainnya.

Melansir EU Academy, “saudade” secara sederhana dapat diartikan sebagai perasaan nostalgia yang mendalam sekaligus melankolis. Hal ini berbeda dari kerinduan biasa, karena disertai pula dengan kesadaran bahwa objek kerinduan (entah itu orang, tempat, atau momen) mungkin tidak akan pernah kembali atau setidaknya tidak dapat diakses lagi.

Lebih jauh, saudade ini memiliki tiga inti utama yang membuat maknanya berbeda dari kerinduan biasa. Masing-masing adalah kehilangan, nostalgia, dan harapan.

-Kehilangan (Loss): Ada rasa kehilangan atau ketidakhadiran yang nyata.
-Nostalgia (Nostalgia): Ada kenangan manis dari apa yang telah hilang.
-Harapan (Hope): Meski ada kesedihan, ada juga harapan samar bahwa suatu hari kerinduan itu akan terobati, atau setidaknya kenangan itu akan tetap abadi.

BACA JUGA: Apa Itu Zenosyne? Perasaan Aneh Seakan Waktu Berlalu Semakin Cepat

Sebagai contoh, bayangkan perasaan ketika kamu mungkin merindukan aroma masakan khas Nenek yang sudah tiada, atau merindukan masa-masa bebas tanpa beban saat kecil di kampung halaman yang kini sudah berubah. Perasaan itulah yang mendekati makna Saudade.

Serba-serbi Budaya Saudade

Kata “Saudade” diyakini berakar kuat dari era penjelajahan Portugis di abad ke-15. Saat para pelaut berlayar jauh meninggalkan keluarga dan kampung halaman selama bertahun-tahun (bahkan ada yang tidak kembali), keluarga yang ditinggalkan kerap mengembangkan perasaan duka mendalam bercampur rindu yang unik

Tak hanya menjadi kata bias, “Saudade” telah menjelma sebagai pilar dalam budaya Portugis. Istilahnya banyak diungkapkan secara mendalam melalui musik Fado (lagu rakyat Portugal) yang seringkali melankolis, mengisahkan cinta yang hilang, waktu yang berlalu, dan kerinduan pada tanah air yang jauh.

Meski terdengar seperti emosi yang menyedihkan, “Saudade” sebenarnya memiliki nilai positif yang mendalam. Istilahnya menjadi pengingat bahwa hidup adalah tentang siklus memiliki dan kehilangan.

Berada di tengah kesibukan, coba sesekali biarkan dirimu duduk tenang, menikmati kehangatan dan kepedihan dari kerinduan yang mendalam ini. Saudade bukan hanya tentang kesedihan, melainkan tentang bukti cinta yang abadi.

BACA JUGA: Natsukashii, Kenangan yang Menjadi Perasaan Bahagia saat Diingat

Jadi, apabila “Saudade” diam-diam datang menyapa, nikmati saja. Ia adalah senandung jiwa yang mengakui bahwa pernah ada keindahan luar biasa di suatu waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *