Ngomong Suka Suka

Anime Boruto Sebenernya Ga Perlu Dihujat, Asalkan Ceritanya..

Siapa tak kenal anime Boruto: Naruto Next Generations? Intinya serial ini seakan menjadi lanjutan anime Naruto Shippuden, tetapi dengan fokus cerita ke si anak pertama Naruto, yaitu Boruto.

Punya hubungan dengan judul terkenal seperti Naruto Shippuden, anehnya anime Boruto justru sering kena hujat, terutama di kalangan fans Naruto. Alasannya ada banyak, mulai dari ceritanya yang dianggap tak sesuai ekspektasi ataupun karakter-karakter lama era Naruto yang kena nerf di Boruto.

Dari hujatan-hujatan yang muncul, sebenarnya bisa saja Boruto ini tetap jadi anime bagus. Asalkan ceritanya itu tidak dibuat terlalu jauh seperti sekarang.

Boruto Mending Jadi Anime yang Santai Saja

anime boruto
cuplikan anime Boruto (Gambar: Studio Pierrot)

Kalau ngomongin anime Boruto, rasanya emang tak pernah jauh dari perdebatan. Namun, mungkin ada baiknya jika cerita Boruto ini dibuat ringan dan tidak perlu disuguhi konflik-konflik runyam.

Soalnya, kalau dipikir-pikir lagi, cerita Naruto sebenarnya sudah punya penutup yang cukup jelas. Perang Dunia Ninja sudah selesai, Naruto akhirnya menjadi Hokage, dan generasi lama mendapatkan kehidupan baru setelah bertahun-tahun menghadapi berbagai masalah. Dunia ninja yang sebelumnya penuh perang akhirnya memasuki masa yang jauh lebih damai.

Dari situ, Boruto mungkin akan jauh lebih bagus kalau sejak awal memang diposisikan sebagai cerita kehidupan setelah Naruto, bukan cerita yang harus terus mencari musuh baru untuk dikalahkan. Alih-alih melihat perang lagi, kehidupan normal di Konoha yang sudah modern bisa jadi punya potensi cerita yang besar.

Boruto Cukup Jadi Cerita Generasi Baru

boruto
cuplikan anime Boruto (Gambar: Studio Pierrot)

Awal-awal episode Boruto sebenarnya sudah menarik. Konoha ditampilkan mulai berubah menjadi desa yang lebih modern. Teknologinya berkembang, anak-anak generasi baru tumbuh di lingkungan yang berbeda dari Naruto dan teman-temannya dulu. Bagian seperti ini justru yang seharusnya lebih banyak dieksplorasi.

Kehidupan damai di Konoha modern itu sudah bagus. Termasuk kebiasan-kebiasaan sederhana kaya misal Boruto yang suka makan burger, keseharian Sarada dengan Sakura, sampai karakter-karakter lain yang tak perlu menghadapi ancaman kehancuran dunia. Kelihatannya memang sederhana, tetapi justru dari cerita seperti itu kita bisa lebih mengenal karakter-karakternya.

Sayangnya memang Boruto justru kemudian memunculkan cerita yang berat dengan musuh yang di luar akal juga. Padahal, Naruto dulu sudah punya banyak sekali musuh ikonik. Ada Zabuza, Orochimaru, Akatsuki, Pain, Obito, Madara, sampai Kaguya.

Mending Jadi Genre Slice of Life

Naruto ini kan bisa dibilang sudah berjuang keras dari dulu sampai jadi Hokage, masa iya kehidupan damainya sebentar doang. Padahal, ia juga baru menikah dan punya dua anak, yakni Boruto dan Himawari.

Jadi, anime Boruto sebenarnya kan bisa dibuat lebih ringan, misalnya tentang kehidupan Naruto sebagai Hokage, tetapi dalam koridor kehidupan normal. Kawaki juga boleh saja muncul, tapi yaudah cukup sampai muncul aja gausah bawa masalah. Lagi, tak perlu ada namanya Otsutsuki baru, segel karma, dan lain sebagainya yang rasanya bakal sangat berat buat diikuti.

Cukup kehidupan normal ala-ala slice of life, cuma karakternya ya Naruto, Boruto, sama temen-temennya itu oke saja. Ambil sudut pandang misalnya gimana si cara Naruto dan penduduk era baru Konoha itu bisa nikmati hidup setelah perang dunia ninja berakhir.

Generasi Lama Tetap Bisa Muncul

boruto
cuplikan anime Boruto (Gambar: Studio Pierrot)

Di era baru, bukan berarti karakter lama ga boleh muncul. Mereka tetap bisa ada dengan keseharian barunya juga dengan keluarga masing-masing.

Jadi, ada kalanya penonton itu ingin tahu bagaimana kehidupan karakter-karakter lama era Naruto setelah cerita utama selesai. Bukan selalu melihat mereka kembali bertarung melawan musuh super kuat, tetapi cara menikmati kehidupan damai yang sudah diusahakan sejak dulu.

Terserah disebut generasi manja atau gimana, era Boruto yang memang harusnya lahir setelah perdamaian tercipta. Mereka nggak mengalami masa-masa seperti Naruto yang tumbuh dalam perang dan mereka pun nggak harus menjalani kehidupan seperti generasi sebelumnya.

Intinya, anime Boruto boleh-boleh aja untuk muncul, tetapi cerita atau fokus utamanya mungkin lebih bagus kalo menurutku sebagai penonton awam itu yang dibuat santai dan ga ada konflik berat. Biarkan generasi baru ini hidup damai di Konoha yang modern, dengan keseharian mereka masing-masing.

Dari situ, anime Boruto seharusnya bisa jadi pelengkap yang pas dan terasa menyenangkan untuk serial Naruto dan Naruto Shippuden. Ya kali aja waktu bisa diputar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *